Adanya Wacana Bansos Sembako Di Ganti Dengan BLT

Bansos Sembako – dunia saat ini sedang berperang dengan yang namanya pandemi virus corona atau biasanya kita sebut dengan virus covid-19. Indonesia juga sekarang sudah berdampak dengan yang pandemi virus ini yang mana banyak sekali masyarakat yang terdampak baik dari yang terjangkit penyakit tersebut maupun yang tidak secara langsung. Bagi yang tidak terkena penyakit juga kena dampaknya baik itu dengan menurunnya perekonomian dari berbagai sektor terutama di pabrik-pabrik yang sampai memPHK para karyawannya sehingga meningkatnya angka penganggruan di Indonesia. Hal ini bisa kita lihat terutama di kehidupan masyarakat dengan perekonomian menengah kebawah tentu akan sangat kesulitan untuk menjalani kehidupan sehari-hari ditengah wabah covid-19.

Dengan banyaknya wabah virus ini pemerintah Indonesia khususnya kementrian sosial memberikan bantuan berupa bantuan sosial di seluruh masyarakat Indonesia yang terdampak langsung maupun tidak langsung. Bagi Anda yang tidak mengetahui arti kata bansos sebaiknya simak berikut ini.

Bansos ini merupakan perlindungan berupa barang ataupun uang yang diberikan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat, individu, keluarga, ataupun group di Indonesia yang selektif untuk hindari resiko sosial.

Bansos ini dikeluarkan dengan uang negara atau APBD yang asalnya juga dari uang rakyat sehingga pengeluarannya harus dipertanggungjawabkan dalam penggunaannya.

Pemerintah saat ini sedang mengkaji perubahan skema bantuan sosial berbentuk paket bansos sembako yang akan diubah menjadi bantuan langsung tunai BLT. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan perubahan ini sedang dibahas oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

Muhadjir mengatakan melalui video conference bahwa persoalan apakah ada bansos sembako yang akan diganti BLT nanti masih dalam pembahasan kajian oleh kementerian sosial. Nantinya akan di beritahukan tentang keputusannya.

Muhadjir melum menghitung berapa nilai bantuan yang berbentuk sembako yang rencananya yang diubah menjadi BLT karena masih dalam pembahasan. Tetapi ia mengatakan bahwa jumlah bansos yang akan diberikan pada tiap keluarga yang akan dikurangi hingga 50 persen jelang kebijakan new normal di Indonesia.

Hal ini berarti pemerintah yang tadinya akan memberikan BLT sebesar 600 ribu rupiah menjadi 300 ribu rupiah saja pada masing-masing penerima.

Paket Bansos Sembako Terbaru

Muhadjir mengatakan Bansos akan diperpanjang sampai bulan Desember 2020 tapi nilai bantuannya 50 persen dari total yang akan berakhir Juli. Jadi Agustus sampai Desember 2020 hanya separuhnya.

Ia berkata bahwa pemerintah memang mengurangi jumlah bansos ini agar ketergantungan masyarakat akan bantuan pemerintah bisa berkurang jelang penerapan new normal. Hal ini dikarenakan pemerintah akan kembalia membuka ruang publik secara bertahap agar bertujuan perekonomian bisa kembali bangkit.

Muhadjir juga menjelaskan ia melihat kecenderungan untuk ketergantungan bansos dikurangi jelang menuju new normal dikarenakan nanti akan ada berbagai macam lapangan aktivitas di sektor-sektor padat karya dan lapangan pekerjaan lain dibuka karena ada pengurangan PSBB.

Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengumumkan adanya perubahan nominal dan jangka waktu penerimaan bansos sekaligus Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa di tengah pandemi covid-19 yang akan diperpanjang hingga akhir tahun ini.

Bansos Sembako Covid-19 Pemprov

Sri mulyani juga mengatakan bahwa bansos akan di perpanjang hingga bulan Desember untuk Jabodetabek tetapi dari bulan juli hingga desember yang tadinya Rp600 ribu menjadi Rp300 ribu per bulan.

Lalu untuk bansos non Jabodetabek juga akan turun dari dari Rp600 ribu menjadi Rp300 ribu namun mulai dari bulan juni 2020 hingga desember 2020. Sedangkan pengurangan BLT dana desa akan berlaku dari juli hingga september 2020.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy meninjau perubahan skema bansos sembako menjadi BLT ada plus minusnya.

Plusnya yakni bansos sembako di daerah  tertentu memang tumpang tindih dengan bantuan sejenis yang berasal dari RW hingga kegiatan keagamaan. Jadi kemungkinan penerima bansos bisa juga menerima sembako berlebih.

Grosir Sembako Termurah

Maka dari itu jika bansos pemerintah diubah menjadi BLT maka masyarakat bisa lebih leluasa menggunakan bantuan tersebut di tengah pandemi corona.

“Masyarakat yang menerima sama. Dengan adanya BLT, masyarakat leluasa dalam membelanjakan bantuannya. BLT ini bisa menjadi salah satu sisi positif dari wacana yang diajukan oleh pemerintah,” jelas Yusuf Rendy kepada CNNIndonesia.com.

Di sisi lain jika kita melihat besaran dana yang diberikan BLT ini menjadi 300 ribu rupiah saja yang relatif cukup kecil terutama wilayah jabodetabek. Konsekuensinya jika tujuan pemerintah menggunakan BLT untuk mendorong daya beli maka tidak akan efektif.

Yusuf Rendy mengatakan bahwa tidak ada dorongan lain konsumsi menurutnya kalau jadi tunai dengan Rp300 ribu di Jabodetabek ia agak skeptis.

Grosir Sembako Bansos Terbaik

Selain itu sisi minus lainnya potensi uang BLT yang digunakan untuk hal yang tidak penting seperti misalnya rokok. Pasalnya tidak ada himbauan pemerintah tentang tidak merokok di tengah pandemi ini.

BLT yang di perkecil ini dinilai supaya masyarakat tidak terlalu bergantung ke pemerintah juga tidak efektif karena memang pemerintah memang seharusnya membantu masyarakat.

Yusuf mengatakan bahwa ada dana yang harus dikeluarkan berupa biaya tambahan namun BLT diperkecil untuk tidak terlalu bergantung ke pemerintah hal ini tidak pas. Peran pemerintah membantu masyarakat saat kondisi seperti ini.

Selain itu pemerintah sudah melebihkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Ia menganggap bahwa porsi PEN saat ini masih ada ruang untuk di tambah lagi juga anggaran akan membengkak akibat bansos yang merupakan konsekuensinya.

Supplier Sembako Bansos Terpercaya

Yusuf mengatakan setidaknya anggaran pemerintah akan membesar hingga akhir tahun, masyarakat tidak serta merta dapat mengembalikan daya belinya secara langsung harus bertahap.

Sedangkan Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi juga menilai BLT akan lebih terasa dampak antar sektornya.

Perubahan bentuk bansos sembako menjadi BLT ini juga bakal menciptakan efek multiplier yang besar. Salah satunya menahan konsumsi agar tidak terlalu berdampak dalam jangka pendek. Perlu di ingat juga bahwa peningkatan pengeluaran dari rumah tangga untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat bahwa konsumsi rumah tangga menopang 58,14 persen dari perekonomian domestik pada kuartal I lalu. Hal ini mengalami penurunan dibandingkan dengan kuartal 1 2019 5,02 persen menjadi 2,84 persen secara tahunan dihantam wabah virus corona.

Distributor Sembako Bansos Terbaik

“Kondisi saat ini pelebaran defisit itu tidak masalah, karena paling penting spend, spend, spend (belanja, belanja, belanja),” jelas Fithra Faisal Hastiadi.

Walaupun demikian Fithra Faisal Hastiadi tak memungkiri potensi penggunaan dana tidak sesuai kebutuhan.

Ia juga mengatakan bahwa masyarakat cenderung utnuk menabung dan menurunkan konsumsi di tengah pandemi, namun ia juga mengatakan bahwa hanya 10 persen dari perkiraan total penerima BLT yang melakukan hal tersebut.

“Golongan miskin dan rentan miskin pasti akan langsung dibelanjakan karena mereka kehilangan income (pendapatan), walau tidak semua 100 persen, tapi terpotong 50 persen hingga 75 persen. Bagaimana mau saving (menabung)?,” Fithra Faisal Hastiadi.

Berbicara soal bansos Anda bisa juga membantu dengan membeli produk bansos sembako di Ralali.com. Ralali.com merupakan e-commerce B2B yang dipercaya menjadi partner pemerintah dalam penyaluran bansos sembako terhadap masyarakat.