Jenis Jenis Tanah

jenis jenis tanah – Salah satu cabang pengetahuan yang menopang geografi adalah pengetahuan tanah. Yang dimaksud bersama dengan pengetahuan tanah adalah pengetahuan yang mempelajari tentang tanah – tanah secara keseluruhan, yang di dalamnya termasuk pembawaan fisik dan kimia tanah, susunan tanah, persebaran style tanah, dan beraneka hal lain tentang tanah.

Dalam pengetahuan tanah ini, keliru satu hal utama yang dipelajari adalah tentang pedosfer. Lalu, apa yang dimaksud bersama dengan pedosfer? Pedosfer merupakan susunan tanah yang berada di permukaan bumi. Jadi, didalam materi tentang pedosfer ini dipelajari tentang beraneka hal tentang susunan tanah, terutama yang tersedia di permukaan bumi, seperti di antaranya adalah style tanah.

Indonesia sendiri merupakan negara yang kaya bakal beraneka style tanah. Ada banyak style tanah yang sanggup ditemukan di Indonesia bersama dengan pembawaan atau ciri khasnya tersendiri. Tanah yang tersedia di Indonesia terbentuk berasal dari beraneka hal, mulai berasal dari tanah yang berasal berasal dari bebatuan yang telah lampuk.
Ada termasuk tanah yang muncul akibat retaknya batuan yang disebabkan oleh panas matahari, akar tumbuhan yang ujungnya mengeluarkan cairan sehingga menghancurkan batuan yang diterobos, dan termasuk dikarenakan hewan-hewan kecil, seperti cacing yang membuat lubang pada batuan atau tanah.

Jenis Jenis Tanah di Indonesia

Lantas, apa saja style style tanah yang tersedia di Indonesia? Berikut adalah daftar style tanah yang sanggup ditemukan di susunan atas atau pedosfer Indonesia.

1. Tanah aluvial
Tanah alluvial merupakan tanah yang berasal berasal dari sedimen lumpur yang dibawa oleh air sungai. Tanah ini merupakan hasil erosi yang lantas diendapkan bersama dengan bersama dengan lumpur sungai. Ciri khas berasal dari tanah alluvial adalah punyai warna yang kelabu dan sifatnya subur.
Umumnya, tanah alluvial ditemukan di lokasi dataran rendah. Di Indonesia, tanah alluvial banyak ditemukan di lokasi timur Sumatera, Bagian utara Jawa, Kalimantan bagian selatan dan tengah, bagian utara dan selatan Papua.

2. Tanah vulkanis
Tanah vulkanis merupakan tanah yang berasal berasal dari abu gunung api atau vulkanis atau material letusan gunung api yang telah mengalami pelapukan. Tanah vulkanis mempunyai kandungan banyak unsur hara sehingga sifatnya terlampau subur.
Karena subur, tanah ini baik dan kerap digunakan sebagai ladang pertanian. Tanah vulkanis banyak ditemukan di lokasi Jawa terutama Bandung dan Garut, Bali, dan Sumatera di sekitaran Danau Toba.
Tanah vulaknis sanggup dibedakan didalam dua kelompok, yakni tanah regosol dan latosol. Ciri tanah regosol adalah tanah vulkanis yang membawa butir kasar, berwarna kelabu sampai kuning dan juga mempunyai kandungan bahan organik yang sedikit.jenis jenis tanah

Tanah regosol cocok untuk ditanami tanaman tembakau, palawija dan juga buah -buahan. Daerah yang banyak terkandung tanah regosol adalah di lokasi Sumatera, Jawa dan Nusa Tenggara.
Sedangkan tanah latosol adalah tanah vulkanis yang punyai ciri khas berasal dari warnanya yang merah sampai kuning dan mempunyai kandungan bahan organik sedang bersama dengan pembawaan yang asam. Tanah latosol cocok untuk ditanami tanaman padi, karet, kopi, kelapa dan palawija. Tanah latosol banyak terkandung di lokasi Sumatera Barat, Sumatera Utara, Bali, Minahasa, Jawa dan Papua.

3. Tanah humus (bunga tanah)
Tanah humus adalah style tanah yang muncul akibat tumbuh-tumbuhan yang membusuk. Berbagai tumbuhan yang membusuk ini membuat tanah humus mempunyai kandungan unsur hara yang tinggi. Artinya, tanah ini pun berbentuk terlampau subur.
Tanah humus termasuk kerap digolongkan didalam kategori tanah organosol atau yang berasal berasal dari bahan organik. Hanya saja, pembusukan berasal dari bahan organik ini berjalan secara sempurna sehingga sifatnya menjadi terlampau subur.
Tanah humus banyak terkandung di Pulau Sulawesi, Sumatera, Jawa Barat, Kalimantan dan Papua. Tanah style ini terlampau cocok untuk ditanami tanaman padi, nanas dan kelapa.

4. Tanah organosol (tanah gambut)
Tanah organosol termasuk kerap dikenal bersama dengan sebutan tanah gambut. Tanah ini terbentuk berasal dari sistem pelapukan bahan -bahan organik, seperti berasal dari sisa pembusukan tanaman rawa. Pembusukan bahan organik yang berjalan pada tanaman ini berjalan kurang sempurna dikarenakan selamanya tergenang air.
Karena pembusukan yang berjalan kurang sempurna, tanah gambut cenderung berbentuk asam sampai terlampau asam. Karena selamanya tergenang air, style tanah gambut ini kurang baik untuk pertanian. Tanah gambut banyak terkandung di tempat pasang surut, seperti di Papua bagian barat, Kalimantan Barat, Sumatra bagian timur, Jawa, pantai barat Sumatra, dan pantai Kalimantan Timur.

5. Tanah podzolik merah kuning
Tanah Podzolik merupakan tanah yang sistem pembentukannya dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi dan juga suhu yang rendah. Ciri khas tanah podzolik adalah kandungan unsur haranya yang sedikit, berbentuk basa kecuali terkena air, mempunyai kandungan kuarsa, berbentuk tidak subur dan juga punyai warna merah sampai kuning.
Tanah podzolik cocok ditanami bersama dengan tanaman kopi, karet dan teh. Daerah persebaran tanah ini biasanya tersedia di tempat pegunungan tinggi Sumatera, Sulawesi, Jawa Barat, Maluku, Kalimantan, dan Papua.

6. Tanah kapur
Tanah kapur merupakan style tanah di Indonesia yang berasal berasal dari batuan kapur. Tanah kapur berbentuk tidak subur. Meski demikian, tanah ini masih sanggup ditanami tanaman seperti pohon jati. Tanah kapur banyak terkandung di tempat Blora, Pegunungan Kendeng, dan juga Pegunungan Seribu Yogyakarta.
Tanah kapur termasuk sanggup dibagi didalam dua kelompok, yakni tanah renzina dan tanah mediteran. Tanah Renzina merupakan style tanah kapur yang berasal berasal dari hasil sistem pelapukan batuan kapur yang berjalan di tempat bersama dengan curah hujan tinggi. Karenanya, tanah ini punyai ciri khas warna hitam dan miskin zat hara. Sebagian besar tanah renzina ditemukan di tempat berkapur seperti Gunungkidul Yogyakarta.
Sedangkan tanah mediteran merupakan style tanah kapur yang berjalan berasal dari hasil sistem pelapukan batuan kapur keras dan batuan sedimen. Warna tanah mediteran kemerahan sampai coklat dan punyai pembawaan kurang subur. Meski kurang subur, tanah kapur meditaran masih cocok untuk ditanami tanaman jati, palawija, jambu mete dan tembakau.

7. Tanah pasir
Tanah pasar merupakan tanah yang hanya punyai kandungan air terlampau sedikit dan terlampau miskin unsur hara. Tanah pasit berasal berasal dari batuan pasir yang telah melapuk. Tanah ini banyak ditemukan di lokasi -wilayah pantai yang disebut sand dune atau bukit pasir. Contoh tanah pasir yang tersedia di Indonesia tersedia di Pantai Parangkusumo, Yogyakarta.

8. Tanah laterit
Tanah laterit merupakan style tanah yang sifatnya tidak subur, atau apalagi sanggup dikatakan telah hilang kesuburannya. Ini dikarenakan didalam tanah laterit, banyak terkandung zat besi dan alumunium. Kandungan unsur hara didalam tanah ini telah hilang dikarenakan terlarut oleh curah hujan yang tinggi.
Tanah laterit termasuk berbentuk kering dan tandus. Warna tanah ini kekuningan sampai merah sehingga tanah laterit termasuk kerap disebut sebagai tanah merah. Tanah ini banyak ditemukan di lokasi Jawa Barat, Sulawesi Tenggara sampai Kalimantan Barat.

9. Tanah Litosol
Tanah litosol merupakan style tanah yang terbentuk berasal dari sistem pelapukan batuan beku dan sedimen. Tanah litosol punyai ciri khas butiran kasar berbentuk kerikil. Tanah ini terlampau miskin unsur hara sehingga tidak subur dan kurang baik untuk pertanian.
Karena pembawaan tanahnya yang kurang subur, tanah ini hanya cocok untuk ditanami tanaman -tanaman besar di hutan. Tanah litosol banyak ditemukan di tempat Pulau Sumatera, Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara, Maluku Selatan dan Papua.