Yuk Pelajari Bahaya dan Cara Perawatan Gigi Berlubang

yuk pelajari bahaya dan cara perawatan gigi berlubang – Pernahkah Anda memandang bercak putih atau cokelat pada gigi tapi tidak sakit? Lalu beberapa pas kemudian, gigi itu rapuh dan pada akhirnya menjadi gigi berlubang dan sakit?
Jika jawabannya iya, maka sebetulnya Anda sudah pernah mengalami yang namanya karies gigi. Karies gigi yang tidak dirawat sering kali beralih menjadi gigi berlubang.
Kedua fase ini sama-sama mengakibatkan kerusakan gigi, tapi sebetulnya dapat dicegah. Asalkan Anda dapat sadar perbedaannya dan juga cara untuk mencegahnya. Untuk mempelajari perbedaan antara karies gigi dan gigi berlubang, baca selengkapnya di sini!

Yuk Pelajari Bahaya dan Cara Perawatan Gigi Berlubang

Karies Gigi

Pernahkah Anda ketiduran selanjutnya bangun dan mendapati rongga mulut kering dan juga asam gara-gara belum sikat gigi? Kondisi kering pada rongga mulut disebabkan oleh menurunnya memproses air liur pas tidur. Sedangkan asamnya merupakan hasil memproses berasal dari kuman yang tengah mencerna sisa makanan yang tersisa di sela-sela gigi.

Jika mulut asam berjalan berulang-ulang, lama kelamaan mineral gigi bakal larut dan terjadilah proses karies gigi.

Karies gigi tergolong penyakit parah yang ditandai bersama munculnya bercak putih atau cokelat pada permukaan e-mail gigi. Tapi berasal dari luar gigi muncul tetap utuh.
Walau karies gigi umumnya berjalan pada anak-anak, para remaja dan orang dewasa yang banyak mengonsumsi makanan yang manis-manis dan lengket, bakal gampang mengalami karies gigi. Risiko karies gigi bakal meningkat jikalau Anda tidak menyikat gigi secara teratur dan akurat.
Jika tak langsung ditangani, bahaya karies gigi bakal terjadi. Karena lama kelamaan gigi bakal keropos, rapuh, dan gampang patah. Terkena sedikit tekanan saja, maka dapat membuat susunan gigi hancur sehingga terjadilah gigi berlubang.

Gigi Berlubang

Gigi berlubang umumnya diawali berasal dari lapisan e-mail gigi, yakni lapisan paling luar berasal dari permukaan gigi. Pada bagian awal, gigi berlubang umumnya tidak menimbulkan gejala apa pun.

Jikapun terdapat tanda dan gejala, umumnya orang selanjutnya merasakan hal-hal selanjutnya ini:

Sering tersedia sisa makanan yang tersangkut di lubang gigi sehabis makan
Ngilu pas menggigit makanan tertentu
Rasa tidak nyaman atau sakit di dalam mulut
Ngilu pas terkena makanan atau minuman panas maupun dingin
Bau mulut tidak cukup sedap.
Jika lubang gigi tidak terdeteksi di bagian awal, maka dapat menimbulkan rusaknya di lapisan bawahnya, yakni dentin. Inilah bahaya gigi berlubang yang perlu diwaspadai. Sebab pada bagian inilah, bakal menjadi menimbulkan rasa ngilu dan sakit.

Gigi Berlubang dan Karies Gigi, Mana yang Lebih Berbahaya?
Bila dibandingkan, karies gigi dan gigi berlubang sama-sama mempunyai potensi membahayakan gara-gara mengakibatkan kerusakan gigi.

Karies gigi dapat bersarang di mulut dalam pas lama tanpa Anda sadari. Sedangkan gigi berlubang dapat menimbulkan rasa ngilu dan sakit pada lubang gigi, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Oleh gara-gara itu, terlampau perlu bagi Anda untuk lakukan kunjungan teratur ke dokter gigi, kendati tidak mengalami gejala sakit gigi.

Atasi Karies Gigi untuk Cegah Gigi Berlubang
Dengan berkembangnya teknologi di dunia kedokteran gigi, kini tersedia beberapa cara untuk menghambat karies gigi sekaligus gigi berlubang. Namun, tersedia terhitung cara-cara simpel yang dapat digunakan untuk menghentikan karies gigi, antara lain:

1. Periksakan Gigi ke Dokter Gigi
Pertama-tama, dokter gigi bakal menilai apakah Anda terhitung golongan orang yang gampang terkena risiko karies gigi atau tidak.
Misalnya diamati berasal dari formalitas sering mengonsumsi makanan yang manis, sering lupa sikat gigi, muncul gigi-gigi lainnya sudah banyak tambalan gigi atau gigi-gigi yang rusak.
Sehingga setiap orang pun jadinya bakal meraih perawatan yang berbeda-beda, bergantung keadaan dan lubang gigi yang dimilikinya.

2. Pemberian Fluoride
Pemberian fluoride dosis tinggi dapat dikerjakan di dokter gigi. Namun, pemakaian untuk anak-anak perlu diperhatikan sehingga tidak membuat fluorosis (akibat terlampau banyak menelan fluoride).

3. Batasi Konsumsi Asupan Manis
Kurangilah mengonsumsi minuman dan makanan manis untuk menjaga kesegaran gigi. Anda dapat menaikkan mengonsumsi susu dan product olahan susu lainnya. Misalnya bersama makan keju sehabis makan makanan yang manis, gara-gara dapat menetralkan asam di dalam mulut.

4. Kunyah Permen Karet
Mengunyah permen karet bebas gula selama 20 menit, dapat kurangi risiko karies gigi.

5. Melakukan Tindakan di Dokter Gigi
Melakukan tindakan bantuan lapisan sealant di dokter gigi terhitung penting, lebih-lebih untuk gigi-gigi yang dinilai rentan terkena karies gigi.

6. Pemberian Vitamin Gigi
Pemberian vitamin gigi yang mengandung CPP-ACP di dokter gigi dapat mengembalikan mineral gigi yang hilang, sehingga permukaan gigi tidak menjadi keropos.
Dengan sadar perbedaan karies gigi dan gigi berlubang, diharapkan Anda dapat lakukan pencegahan sejak dini. Sehingga, kesegaran gigi dan juga mulut dapat konsisten terjaga.

Tips untuk Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Bagi Ibu Hamil

1. Rutin menyikat gigi

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa pada pas hamil, seorang ibu bakal lebih berisiko terkena pembengkakan gusi dan gigi berlubang.

Untuk mengatasinya, sebaiknya sikatlah gigi setidaknya 2 kali sehari bersama sikat gigi yang lembut selama 2 menit, bersama pakai pasta gigi yang mengandung fluoride. Selain itu, disarankan terhitung untuk pakai dental floss atau benang gigi setidaknya satu kali sehari.

Namun, jikalau ibu hamil menjadi mual dan menghendaki muntah sewaktu menyikat gigi, maka coba untuk mengganti pasta gigi bersama rasa dan aroma lain yang lebih cocok.

Ibu hamil terhitung disarankan untuk selalu menggosok gigi sehabis muntah jikalau tetap dalam masa-masa morning sickness. Atau, setidaknya berkumur bersama satu gelas air yang diberi satu sendok teh baking soda untuk menetralkan asam dalam mulut.

2. Hindari atau kurangi mengonsumsi makanan gampang dan minuman yang mengandung gula tinggi

Makan camilan yang terlampau sering dapat menaikkan risiko perkembangan gigi berlubang yang disebabkan oleh sisa makanan yang menumpuk dan tidak langsung dibersihkan.

Kurangilah makan makanan yang manis atau mengandung gula tinggi. Namun, jikalau tidak menghendaki kurangi jenis makanan manis tersebut, maka ibu hamil perlu menggosok gigi atau berkumur langsung setelahnya.

3. Jadwalkan pemeriksaan kesegaran gigi di dokter gigi

Pemeriksaan perihal kesegaran gigi layaknya gigi, gusi, langit-langit dan jaringan mulut perlu dikerjakan secara rutin.

Jadi, jangan lupa untuk teratur menjadwalkan diri pemeriksaan ke dokter gigi, lebih-lebih jikalau tengah hamil. Selain untuk meyakinkan kesegaran mulut terjaga, terhitung sehingga dokter sadar pengobatan apa yang boleh dan tidak boleh diberikan.

Jika terdapat persoalan pada rongga mulut, maka sebaiknya prosedur pengobatan dikerjakan pada trimester kedua, gara-gara pada bagian ini pembentukan organ janin sudah selesai. Sehingga tidak tersedia ketakutan prosedur pengobatan bakal mengganggu perkembangan janin.

4. Hindari mengonsumsi rokok

Yang satu ini pastinya sudah sadar ya. Merokok dapat memberi tambahan pengaruh merugikan, tak hanya bagi si perokok tapi terhitung bagi mereka yang tidak merokok, terhitung janin yang tetap tersedia dalam kandungan.

Bahaya rokok tak hanya terdapat pada asap rokoknya saja. Merokok dan tembakau terhitung merupakan pengganggu faedah normal sel jaringan gusi. Dan, layaknya yang sudah dijelaskan di atas, perihal ini merupakan aspek peningkat risiko munculnya penyakit periodontal pada ibu hamil.

Nah, itu dia arti pentingnya menjaga kesegaran gigi dan mulut bagi ibu hamil demi bayi sehat dan kuat, selanjutnya tips menjaga kesegaran gigi dan mulut.